Mengenal Benyamin Sueb, Salah Satu Seniman Besar Betawi

Mengenal Benyamin Sueb,  Salah Satu Seniman Besar Betawi

Jika ada satu nama seniman Indonesia yang masih dikenal di Indonesia hingga saat ini, nama Benyamin Sueb sudah pasti masuk diantaranya. Seniman asal Jakarta ini merupakan seniman yang juga menjadi ikon seniman Betawi dan hingga kini namanya masih sangat dikenal khususnya bagi masyarakat Jakarta.

Lahir di kemayoran pada tanggal 5 maret 1939, Benyamin awalnya tidak memiliki cita-cita untuk menjadi seorang seniman. Awalnya, Benyamin Sueb mengambil kuliah manajemen di Akademi Bank Jakarta, tetapi kuliah di tempat tersebut tidak diselesaikan oleh Benyamin karena memang dari awal kuliah jurusan ini bukanlah keinginannya.

Menyadari bahwa seni merupakan bidang yang cocok untuknya, Benyamin akhirnya banting setir hingga akhirnya dikenal menjadi seniman Betawi tersukses hingga saat ini.

Catatan kesuksesan Benyamin pada bidang kesenian mulai dari musik hingga film, mengantarkan namanya menjadi salah satu ikon Jakarta hingga saat ini.

Perjalanan karir Benyamin Sueb

Pada tahun 1957, saat Benyamin Sueb duduk dibangku SMA – ia memberanikan diri untuk bergabung dengan grup musik yang bernama Melodyan Boys. Grup musik tersebut kemudian berganti nama menjadi Melodi Ria.

Sama seperti anak muda lainnya pada masa itu, sosok Benyamin juga sangat menyukai musik-musik seperti jazz,rock and blues dan beberapa jenis musik barat lainnya. Kecintaan Benyamin pada musik-musik barat tersebut membuat banyak memainkan musik barat.

Tahun 1960, Presiden Soekarno mengeluarkan larangan untuk memainkan dan mendengarkan musik-musik Barat karena konflik politik. Larangan tersebut sempat membuat Benyamin akhirnya berhenti bermain musik.

Larangan Bung Karno untuk memainkan dan mendengar musik Barat menjadi awal cikal bakal dari sosok Benyamin Sueb yang dikenal seperti saat ini.

Ketika terjadi larangan tersebut, Benyamin Sueb akhirnya mencoba memainkan kesenian Betawi yang merupakan kesenian dari daerahnya sendiri. Dari sini pula akhirnya Benyamin mulai berkarya dan tahun 1968, ia mengeluarkan lagu yang berjudul Nonton Bioskop. Lagu ini pun meledak dipasaran dan mengangkat nama Benyamin.

Tahun 1970 bisa dikatakan sebagai puncak kejayaan Benyamin karena selain menyanyi, ia juga memainkan film. Duetnya bersama Ida Royani membuat nama Benyamin semakin bersinar saat itu.

Tahun 1968 sampai dengan 1971,Benyamin telah tercatat 50 album. Benyamin juga tercatat memainkan sebanyak 54 judul film.

Selain bernyanyi dan bermain film, Benyamin juga merambah dunia presenter dan juga pernah menjadi penyiar radio yang bernama Radio Bens.

Dengan prestasi yang telah ditorehkan oleh sosok Benyamin, wajar saja hingga kini sosok Benyamin masih menjadi ikon kesenian Betawi. Semangat dan perjuangan Benyamin untuk mengangkat kebudayaan Betawi menjadi contoh bagi penerusnya saat ini.

Mengenal Beberapa Kesenian Tradisional Sunda

Mengenal Beberapa Kesenian Tradisional SundaIndonesia dikenal sebagia negara yang memiliki ragam kebudayaan tradisional yang menarik. Ini menjadi Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak memiliki kekayaan seni dan tradisional.

Denga kekayaan ini, tak heran banyak masyarakat dunia yang tertarik dan penasaran untuk melihat langsung berbagai kesenian tradisional Indonesia tersebut.

Salah satu suku di Indonesia yang memiliki banyak kesenian tradisional adalah Sunda. Suku yang berasal dari provinsi Jawa Barat ini memiliki ragam kebudayaan tradisional yang masih eksis hingga saat ini.

Bisa dikatakan, kesenian Sunda masih menjadi salah satu kesenian tradisional Indonesia yang cukup populer hingga saat ini. Beberapa kesenian tradisonal Sunda yang terkeknal seperti :

#1. Wayang Golek

Wayang Golek sebenarnya hampir sama dengan Wayang Kulit, perbedaan utama dari keduanya mungkin hanya dari bahan karakter(wayang) yang digunakan dan juga bahasa yang digunakan.

Dalang(sebutan penggerak Wayang) akan menceritakan cerita melalui Wayang yang dimainkan sebagai pemain. Dalang ini pula yang meneriukan berbagai suara untuk setiap Wayang, dan untuk Wayang Golek sendiri menggunakan bahasa Sunda.

#2. Tari Jaipongan

Bisa dikatakan bahwa tari Jaipongan merupakan salah satu tari tradisional yang paling dikenal di Indonesia. Tari ini bermula pada tahun 1976 yang dilahirkan oleh kreatif H. Suanda dari Karawang. Ada pun tarian ini merupakan kombinasi dari berbagai kesenian tradisional lain seperti pencak silat, topeng banjet, ketuk tilu, wayang golek dan lainnya.

Tari Jaipongan diiringi oleh musik dan nyanyian tradisional Sunda degung, ketuk, rebab, gendang, kecrek, sinden, dan goong.

#3. Degung

Degung merupakan musik tradisional yang berasal dari Bandung. Alat musik ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1879 oleh H.J Oosting. Kata Degung sendiri berasal dari bahasa Belanda “De Gong” yang berarti Gamelan.

Alat musik ini hingga kini masih sangat populer dan juga sangat cocok untuk mengiringi Sinden, Jaipongan hingga lagu Dangdut.

#4. Sisingaan

Kalau ini merupakan kesenian yang hadir karena terinspirasi dari Reog di Jawa Timur. Tahun 1975, para seniman Sunda berdiskusi tentang Reog, dan akhirnya dari sinilah muncul Sisingaan.

Sisingaan merupakan tradisi yang sering dipertunjukkan pada saat menerima tamu khusus, khitanan/sunatan, hari besar dan acara khusus kesenian. Kesenian ini membawa boneka Singa, dimana ada 4 orang yang akan membawanya sembari berjalan berkeliling.

Mengenal Macam-macam Kesenian Betawi

Kesenian Betawi bisa dikatakan mulai kurang diminati, hal ini karena berbagai budaya asing yang masuk ke Indonesia. Dengan berbagai pengaruh budaya asing yang masuk, kesenian daerah seperti Betawi seakan mulai terlupakan. Padahal, menjaga kesenian tradisional, bukan hanya Betawi tetapi berbagai kesenian tradisional Indonesia itu sangatlah penting.

Kesenian dan kebudayaan merupakan suatu identitas yang tak bisa dilepaskan. Tak jarang berbagai kesenian daerah di Indonesia itu sendiri bukan sekedar hiburan, tetapi memiliki esensi lebih daripada itu.

Di Jakarta, Betawi menjadi suku yang dominan – meskipun saat ini banyak pendatang yang ada di Jakarta.

Sebagai sebuah daerah pusat dari segala pusat di Indonesia, pengaruh budaya sudah tak bisa dihindari lagi. Jika sudah begini, maka mempertahankan eksistensi kebudayaan daerah seperti kesenian tradisional Betawi bukan semata-mata menjadi tugas pihak terkait, teatpi juga tugas semua pihak.

Berbicara tentang kesenian Betawi, apakah kamu sudah mengetahuinya?

Jika belum, kali ini kami akan membahas tentang mengenai macam-macam kesenian tradisional Betawi.

#1. Ondel-ondel

Ondel-ondel menjadi salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari Jakarta atau Betawi. Kesenian ini merupakan salah satu yang masih sering dijumpai.

Tinggi dari Ondel-ondel berkisar 2 meter. Biasanya Ondel-ondel tampil bersama pasanganya(meskipun saat ini ada juga beberapa orkes yang membawa Ondel-ondel berkeliling tanpa pasangan).

Bentuk dari boneka ini untuk Ondel-ondel pria mengenakan topeng merah dengan kumis dan cambang serta pakaian berwarna gelap.

#2. Lenong

Mungkin kamu juga sudah sering mendengar kalau tentang Lenong.

Ya, Lenong merupakan seni pertunjukkan teater khas Betawi. Ini sebenarnya merupakan bentuk teater tetapi dengan unsur dan cerita yang diangkat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi atau masyarakat setempat.

#3. Palang Pintu

Kalau ini merupakan salah satu tradisi penyambutan tamu. Umumnya Palang Pintu terdapat di acara seperti permikahan, penerimaan tamu kehormatan, dan lain-lain.

Palang pintu diawali dengan pantun, serta musik marawis atau tanjidor. Yang membuat menarik tradisi ini adalah pertandingan pencak silat antara penerima tamu dan tamu.oleh pantun-pantun Betawi, dan diiringi oleh musik marawis, gambang kromong, atau tanjidor. Yang menarik adalah atraksi pencak silat yang diperagakan dengan menggunakan senjata tajam.

Untuk tradisi di pernikahan sendiri, jagoan dari pihak laki-laki harus mampu mengalahkan jagoan dari pihak perempuan jika ingin menikahi perempuan yang dilamar.

#4. Tanjidor

Tanjidor merupakan musik kesenian khas Betawi yang sebenarnya dahulu dipersembahkan untuk orang-orang Belanda.

Saat ini, musik Tanjidor menjadi kesenian tradisional Betawi masih terus hadir dan terjaga meskipun awalnya pertunjukkan ini hanya diperuntukkan untuk kalangan Belanda.

Mengenal Ludruk, Guyonan dari Jawa Timur

Indonesia memiliki ragam budaya dan tradisi, ini adalah kekayaan alam yang belum tentu dimiliki negara lain. Dari budaya dan tradisi lokal, lahir berbagai kesenian dan masih dilestarikan hingga saat ini. Salah satu kesenian dari Jawa Timur yang masih eksis adalah Ludruk.

Ludruk sebenarnya adalah seni pertunjukkan seperti teater dan mirip seperti Ketoprak yang merupakan kesenian hiburan dari Jawa Tengah. Perbedaan mendasar yang paling mencolok antara Ludruk dan Ketoprak adalah latar belakang dari pertunjukkan. Jika Ketoprak biasanya menceritakan tentang hal yang telah lewat, maka Ludruk leibh menceritakan tentang apa yang terjadi saat ini atau yang baru-baru terjadi.

Untuk tema yang diangkat oleh Ludruk biasanya berkisar tentang kehidupan sehari-hari, perjuangan dan lainnya. Yang pasti, Ludruk menyuguhkan hiburan dengan humor segar tanpa meninggalkan pesan-pesan yang ingin disampaikan ke penonton.

Pertunjukkan Ludruk, meskipun menggunakan bahasa Jawa Timur – tetapi ini juga bisa dinikmati oleh penonton yang bukan berasal dari daerah tersebut. Guyonan yang dihadirkan oleh Ludruk tak hanya dalam bentuk lemapran kata, tetapi juga tindakan sehingga memberikan guyonan segar meskipun tidak mengerti bahasa setempat.

Tanpa skenario dan improvisasi

Dalam setiap pertunjukkan Ludruk, tidak ada skenario khusus layakan pertunjukkan teater pada umumnya. Pertunjukkan Ludruk hanya mengangkat tema tertentu, mulai dari dialog, jumlah pemain yang ada dan lainnya murni datang dari imporvisasi para pemain.

Konsep imporvisasi inilah yang membuat Ludruk menjadi menarik.

Setiap pemain Ludruk harus bisa berpikir secara spontan mengenai latar dan dialog apa yang ingin diperankan dalam Ludruk. Dari tema yang ada, para pemain akan memainkan berbagai peran tanpa skenario dan ini yang membuat Ludruk menjadi lebih menarik dari pertunjukkan sejenis.

Cak Lontong yang merupakan pelawak dan stand up comedian terkenal Indonesia saat ini memulai karirnya melalui Ludruk.

Kisah Cak Lontong yang mengawali karir sebagai pemain Ludruk saat masih kuliah ia ceritakan saat diwawancarai salah satu acara televisi. Perjalanan Cak Lontong sebelum seperti saat ini merupakan hasil dari pengalamannya saat menjadi pemain Ludruk.

Cara Melihat Informasi Pertunjukkan di GKJ

Gedung Kesenian Jakarta atau yang juga lebih dikenal degan GKJ merupakan gedung pertunjukkan kesenian yang ada di Jakarta. Gedung ini sudah ada cukup lama, bahkan gedung ini sempat mengalami beberapa perubahan fungsi sejak dibangun.

GKJ dibangun pada era kolonial Belanda, dan saat penjajah masih menduduki Indonesia – GKJ digunakan sebagai tempat pertunjukkan hiburan untuk para tentara Belanda. Setelah Indonesia merdeka, GKJ digunakan untuk berbagai kegiatan hingga akhirnya menjadi gedung pertunjukkan seperti saat ini.

Mungkin saat ini tidak banyak yang tahu bahwa GKJ masih terus digunakan sebagai gedung pertunjukkan. Setidaknya ada satu pertunjukkan setiap bulan yang dilangsungkan di GKJ.

Kurangnya informasi secara online mungkin membuat banyak orang yang tidak mengetahui bahwa GKJ masih aktif. Setidaknya beberapa kegiatan masih diselenggarakan rutin, bahkan beberapa musisi seperti Ridho Slank menggagas acara musik untuk meningkatkan popularitas GKJ.

Cara melihat informasi pertunjukkan GKJ

Kurangnya informasi online mengenai GKJ membuat banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana cara informasi pertunjukkan di GKJ. Pertunjukkan yang dimaksud adalah, kegiatan atau acara apa saja yang ada di GKJ.

Untuk saat ini, tidak banyak media sosial atau bahkan media sosial resmi GKJ sehingga informasi online mengenai GKJ sulit didapatkan di internet.

Sulitnya mendapatkan informasi online membuat banyak orang harus mengecek langsung jadwal pertunjukkan yang ada di GKJ secara langsung.

Jika Anda ingin menyaksikan pertunjukkan langsung di GKJ, Anda harus mengecek jadwal pertunjukkan yang sedang atau yang datang langsung ke GKJ. Di sekitar GKJ terdapat informasi mengenai pertunjukkan apa saja yang akan berlangsung atau yang sedang berlangsung disana.

Pentingnya Merawat Gedung Peninggalan Sejarah

Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) merupakan salah satu gedung kesenian peninggalan sejarah yang masih aktif dan difungsikan hingga saat ini. Bekas gedung yang dibuat era kolonial Belanda saat menduduki Indonesia ini terus dijaga sehingga hingga kini masih bisa difungsikan sebagai gedung pertunjukkan.

Meskipun GKJ sempat tidak diperhatikan, namun kini gedung tersebut telah mendapatkan perhatian yang lebih baik. Setidaknya beberapa perbaikan dan renovasi yang dilakukan beberapa tahun terakhir membuat gedung ini hingag sekarang masih layak digunakan untuk berbagai kegianan kesenian.

GKJ merupakan satu dari banyak gedung peninggalan yang ada di Indonesia. Bisa dikatakan bahwa GKJ merupakan gedung yang cukup beruntung karena masih eksis dan diperhatikan hingga saat ini. Tidak sedikit gedung kesenian peninggalan yang kini tidak terurus.

Sebenarnya, banyak gedung peninggalan sejarah yang masih bisa difungsikan. Memang, tidak sedikit pula gedung yang dianggap tidak layak lagi difungsikan. Tetapi sebenarnya solusi revitalisasi dan beberapa perbaikan bisa dilakukan untuk mempertahankan eksistensi dari gedung-gedung peninggalan yang ada.

GKJ hanyalah satu dari sekian banyak contoh bangunan peninggalan sejarah. Masih banyak gedung bersejarah lain, candi, kastil dan lainnya yang kurang mendapat perhatian.

Sebenarnya, apa sih keuntungan merawat gedung atau bangunan peninggalan sejarah?

Pelestarian bangunan bersejarah dongkrak perekonomian negara

Meskipun terliahat remeh, nyatanya bila perawatan dari bangunan-bangunan bersejarah yang terus dirawat bisa mengangkat dan mendongkrak perekonomian suatu negara.

Bagaimana bisa?

Ambil saja contohnya dari salah satu daerah Indonesia, yaitu Jogja.

Jogja merupakan salah satu daerah yang tingkat pariwisata yang tinggi di Indonesia. Mengapa ini bisa terjadi? diluar memang Jogja memiliki banyak wisata alamnya, salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik ke Jogja adalah meliahat situs bersejarah seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang tak jauh dari Jogja.

Kedua situs tersebut merupakan bangunan peninggalan sejarah yang memiliki nilai sejarah tinggi. Ini membuat orang tertarik untuk melihat langsung, dan ini membuat suatu daerah memiliki daya tarik yang tinggi sehingga dapat mendatangkan pundi-pundi dari sektor pariwisata.

Hal serupa juga bisa diterapkan untuk banyak gedung bersejarah yang ada di Indonesia.

Dengan merawat berbagai gedung, ini bisa mendatangkan keuntungan bukan hanya dari sektor ekonomi tetapi dari sektor kekayaan sejarah juga membuat Indonesia semakin dikenal dunia.

Barasuara Grogi Tampil di GKJ

Barasuara Grogi Tampil di GKJGrup musik Barasuara berkesempatan untuk tampil di Liztomania yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta(GKJ). Acara ini telah selesai diselenggarakan pada tanggal 14 Juli 2018 silam.

Liztomania merupakan mini konser yang rutin diselenggarakan di GKJ. Acara ini pertama kali diinisiasi oleh Eugene Panji dan gitaris Slank, Ridho Hafiedz. Kata Liztomania sendiri memiliki arti “kecanduan musik”.

Baik Ridho maupun Eugene mengagas acara musik ini karena ingin menaikkan kembali GKJ sebagai gedung pertunjukkan. Seperti yang diketahui, GKJ beberapa tahun belakangan memang sudah kurang terekspose. Mungkin tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa gedung ini sudah difungsikan lagi sebagai sebuah gedung pertunjukkan. Untuk ini, maka Liztomania secara rutin diselenggarakan di GKJ dan Barasuara merupakan grup musik kesekian yang tampil di gedung tersebut.

Barasuara grogi tampil di GKJ

Konsep mini yang diselenggarakan di GKJ ini memang berkonsep penontonnya duduk, karena hal ini pula salah satu personel Barasuara, Marco mengatakan grogi.

Pembukaan mini konser ini, Sendu Melagu dilantunkan sekaligus menjadi lagu pembukaan pada konser Liztomania kali ini. Setelah lagu tersebut langsung dilanjutkan Masa Mesias Mesias dan Nyala Suara.

Baru penampilan pembuka, para penonton yang hadir di GKJ langsung terhipnotis dengan lantunan musik dan lirik yang dibawakan oleh Iga Massardi (vokalis dan gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), TJ Kusuma (gitar) Asteriska Widiantini (vokal) dan Puti Chitara (vokal) itu.

Dalam kesempatan yang sama, Barasuara juga membawakan lagu baru mereka yang berjudul Seribu Racun.

Inspirasi Seribu Racun

Lagu Seribu Racun yang dibawakan oleh Barasuara ternyata terinspirasi dari teman Iga yang mengidap permasalahan depresi.

Lebih lanjut Iga mengatakan bahwa depresi merupakan permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Iga menambahkan bahwa depresi tidak cukup diatasi dengan doa saja. Perlu ada penanangan serius terhadap orang yang mengidap permasalahan depresi.

Makna dari Seribu Racun tampaknya ingin disampaikan betapa bahayanya permasalahan depresi yang kerap kali dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu hal yang remeh.

Berapa Harga Sewa di Gedung Kesenian Jakarta?

Berapa Harga Sewa di Gedung Kesenian Jakarta?Di Jakarta terdapat beberapa tempat pertujukkan kesenian. Salah satu yang ternama adalah Gedung Kesenian Jakarta atau yang juga sering disebut GKJ.

Jakarta mungkin tidak mendapat julukan sebagai kota seni atau sejenisnya, meski begitu, di Jakarta sebenarnya memiliki beberapa fasilitas untuk menyaksikan banyak pertunjukkan kesenian dan budaya lokal. Pertunjukkan kesenian pun sangat mudah didapatkan di Jakarta karena memiliki beberapa gedung pertunjukkan kesenian.

GKJ sendiri masih menjadi salah satu pusat pertunjukkan kesenian yang hingga kini masih rutin dijadikan tempat pertunjukkan. Gedung ini yang sudah berdiri sejak beberapa puluh tahun terus dipertahankan menjadi salah satu tempat dan ikon klasik yang masih kokoh berdiri diantara gedung-gedung pencakar langit disekitarnya.

Perlu diketahui, memang untuk informasi pertunjukkan di GKJ kadang tidak terlalu terekspos di luar. Kurangnya promosi membuat informasi mengenai pertunjukkan yang ada di GKJ kadang tidak terdengar dan ini pula yang membuat banyak orang berpikir GKJ sudah tidak difungsikan lagi.

Beberapa tahun lalu, GKJ menggandeng beberapa seniman besar Indonesia. Tujuan dari digandengnya ini adalah untuk mengangkat kembali GKJ yang sempat redup.

GKJ bisa menjadi salah satu tempat alternatif bagi mereka yang ingin mengadakan pertunjukkan seni. Lalu, berapa harga sewa GKJ?

Harga sewa Gedung Kesenian Jakarta

Bagi ANda yang ingin menggunakan GKJ sebagai tempat pertunjukkan kesenian dan sejenisnya, harga yang harus dikeluarkan adalah 5 juta. Harga ini tentu sangat terjangkau dan sangat worth it karena bisa mementaskan pertunjukkan disalah satu gedung bersejarah di Jakarta.

Selain harus mempersiapkan dana tersebut, hal terpenting sebelum menyewa GKJ adalah menanyakan informasi ketersediaan jauh hari. Kemungkinan besar Anda tidak akan bisa menyewa GKJ jika tidak memesan dari jauh hari. Beberapa pihak biasanya telah memesan terlebih dahulu sehingga sebaiknya untuk menggunakan gedung ini harus dilakukan jauh hari sebelum pementasan.

Kelebihan lain dari GKJ selain harga yang bersahabat serta gedung bersejarah dengan fasilitasnya adalah lokasinya. Lokasi dari GKJ sangat strategis sehingga mudah diakses baik menggunakan transportasi umum maupun transportasi pribadi.

GKJ, Gedung Kesenian Yang Sudah Ada Dari Zaman Belanda

Selain dikenal sebagai pusat industri dan pemerintah pusat, Jakarta sebenarnya memiliki berbagai sisi lain yang tidak kalah menarik untuk dibahas. Salah satu hal yang menarik tentunya adalah tentang kesenian.

Mungkin sebagian orang Indonesia ketika ditanya mengenai daerah seni akan langsung membayangkan Bali atau Jogja. Hal ini memang tidak salah, karena kedua daerah tersebut memang dikenal masih menjaga keaslian dari tradisi asli Indonesia. Kesenian daerah ini pula yang membuat kedua daerah tersebut banyak dikunjungi oleh wisatawan yang datang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Meski begitu, Jakarta sebenarnya memiliki beberapa temapt menarik untuk menyaksikan pertunjukkan seni. Di jakarta terdapat kampus terkenal untuk kesenian seperti Institut Kesenian Jakarta(IKJ). Kampus tersebut juga dikenal telah melahirkan berbagai seniman yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia.

Kembali ke permasalahan kesenian, di Jakarta terdapat beberapa gedung kesenian yang menarik bisa dikunjungi. Salah satu gedung kesenian dan telah ada sejak lama adalah Gedung Kesenian Jakarta atau yang biasa disebut GKJ.

GKJ peninggalan zaman Belanda yang masih eksis

GKJ sendiri merupakan gedung kesenian yang sudah berdiri cukup lama. Gedung ini awalnya didirikan oleh kolonial Belanda dan dijadikan sebagai tempat pertunjukkan seni atau hiburan bagi tentara Belanda.

Setelah Indonesia merdeka dan Belanda tidak lagi menjajah Indonesia, GKJ masih digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa kali mengalami perubahan fungsi, GKJ akhirnya diperuntukkan kembali menjadi gedung kesenian dan hingga kini masih eksis sebagai gedung untuk tempat pertunjukkan kesenian.

Sebagai gedung pertunjukkan seni, GKJ memang menjadi salah satu gedung yang banyak dikunjungi. Memang beberapa tahun lalu GKJ tidak banyak mendapat perhatian – kini gedung tersebut mendapat dukungan lebih dari pemerintah daerah DKI Jakarta dan melakukan beberapa perbaikan yang diperlukan dari berbagai sektor yang ada di gedung ini.

Dengan nilai sejarah yang cukup panjang, GKJ diharapkan bisa terus dipelihara dengan baik sehingga dapat bertahan lama dan bisa digunakan hingga beberapa tahun kedepan. Ini juga akan menjadi salah satu wadah terbaik bagi pera pelaku kesenian untuk mementaskan karya seninya di Jakarta.

Mengenal Seni Lukis dan Bermacam Alirannya

Mengenal Seni Lukis dan Bermacam Alirannya

Kita mungkin sering mendengar seni lukis, meskipun mungkin kita jarang mengetahui bermacam-macam aliran yang ada dalam seni lukis.

Sama seperti musik, seni lukis juga memiliki berbagai alirannya dan tentu masing-masing aliran memiliki para penggemarnya tersendiri. Seni lukis sendiri mungkin memang lebih sulit ditemui ketimbang musik yang ada dimana-mana, meskipun begitu pecinta seni lukis cukup banyak dan ini juga bersifat universal seperti halnya musik.

Beberapa aliran seni lukis seperti Surrealisme, Kubisme, Romantisme dan beberapa jenis lainnya. Apa saja perbedaan dari berbagai aliran seni lukis yang ada?

Aliran Surrealisme

Aliran ini merupakan bentu dari representasi dari mimpi yang abstrak. Pelukis yang menerapkan aliran ini mengabaikan bentu secara keseluruhan. Dengan bentuk yang ‘aneh’, tidak sedikit orang yang sangat menikmati aliran Surrealisme.

Aliran Kubisme

Kubisme merupakan aliran yang menerapkan abstrak dari objek ke dalam bentuk-bentuk geomatri. Sensasi dari aliran ini memberi kepuasan tersendiri karena terlihat imajinasi dalam bayangan geomatri. Salah satu peluksi terkenal dengan aliran ini adalah Pablo Picasso.

Aliran Romatisme

Dari 2 aliran diatas, bisa dikatan aliran Romantisme ini merupakan yang paling dekat dengan keseharian masyarakat. Alran Romantisme berusaha mengangkat berbagia objek untuk memberikan kenangan dan keindahan dari hasil karya objek yang dihasilkan.

Aliran Ekspressionisme

Aliran ini menerapkan distorsi terhadap realisme dengan efek emosional yang ada. Ekspressionisme sendiri sebenarnya merupakan aliran yang bukan hanya terdapa dalam lukisan – ini juga seperti karya lain semisal sastra hingga musik.

Pelukis Matthias Grünewald dan El Greco merupakan 2 orang pelukis yang dikenal dengan berbagai karya lusis Ekspressionisme-nya.

Aliran Realisme

Jenis aliran Realisme mungkin merupakan yang paling dekat dengan masyarakat pada umumnya. Realisme meurpakan aliran yang merepresentasikan jenis lukisan dari kehidupan sekitar. Objek yang dihasilkan seperti gambar buah lengkap dengan berbagai hal lain yang ada pada tempatnya.

Masih terdapat beberapa jenis aliran seni lukis lainnya. Tentu tidak bisa dikatakan aliran satu dengan yang lain lebih unggul dibanding dengan lainnya. Setiap orang memiliki sudut pandang berbeda, dan ini juga menentukan dari jenis aliran mana yang ia sukai. Aliran apa pun itu, seni lukis tetaplah sebuah seni yang harus dilestarikan dan diapresiasi.