Mengenal Sejarah Teater Dan Pertunjukkan

Teater merupakan salah satu pertunjukkan seni yang banyak dipamerkan diseluruh dunia. Hal ini pun banyak diminati masyarakat Indonesia, dan memang harus diakui bahwa teater mungkin tidak memiliki penggemar sebanyak konser musik atau sejenisnya.

Meskipun tidak terlalu populer pada beberapa kalangan yang ada di Indonesia, seni teater masih sangat eksis. Seni teater masih sering dipertunjukkan, di Jakarta khususnya masih ada beberapa tempat untuk menyaksikan teater. Salah satu tempat pertunjukkan teater yang terbaik di Jakarta adalah Gedung Kesenian Jakarta.

Gedung Kesenian Jakarta atau GKJ merupakan tempat pertunjukkan seni dan salah satunya adalah pertunjukkan teater. Nah bagi anda yang ingin tau tentang sejarah teater, dan beberapa info penting tentang teater, kami merangkumnya untuk anda.

Tentang teater

  1. Hari Teater Dunia dimulai pada tahun 1961 oleh International Theatre Institute (ITI).
  2. Kata ‘thespian’ berasal dari orang pertama yang telah mengambil panggung di Yunani Kuno, Thespis.
  3. Teater tertua dan paling angker di London adalah Theatre Royal Drury Lane. Teater ini menjadi tuan rumah Charlie and the Chocolate Factory. Pria di Gray memakai topi, wig dan jubah abad ke 18, dan terlihat di baris keempat Lingkaran Atas antara jam sepuluh dan enam. Ketika teater dipugar pada tahun 1840an, sebuah rongga ditemukan yang berisi kerangka dengan pisau di dadanya.
  4. Cahaya, yang sering merupakan bola lampu kosong, masih tertinggal di atas panggung banyak bioskop sehingga tidak pernah benar-benar gelap.
  5. Wanita pertama yang tampil dalam drama Shakespeare berusia 1660, 44 tahun setelah kematian Shakespeare. Sebelumnya ilegal di Inggris bagi seorang wanita untuk bertindak di atas panggung.
  6. Penggunaan utama tahap pertama dimulai di Jepang pada tahun 1750-an, dan saat ini paling banyak digunakan di Les Misérables, dengan 63 rotasi per pertunjukan.
  7. Kata teater berasal dari kata Yunani kuno yang berarti ‘tempat untuk melihat’.
  8. Takhayul lama yang tidak bersiul di atas panggung berasal dari saat bioskop biasa menyewa pelaut sebagai pentolan panggung dan penyadapan. Isyarat disebut dengan perintah bersiul. Bersiullah sebuah lagu yang bahagia di belakang panggung bisa menjadi isyarat panggilan yang tidak disengaja yang menyebabkan kecelakaan atau panggilan tirai awal!
  9. Salah satu teater paling tidak biasa di dunia adalah The Seebühne (panggung mengambang) di Austria. Ditampilkan dalam beberapa adegan di Quantum of Solace tahun 2008, teater adalah lokasi pertunjukan musik dan opera di tepi Danau Constance.

Bunga Penutup Abad Dipentaskan di GKS

Djarum Foundation mendukung acara yang dibuat oleh Yayasan Titimangsa Foundation dan Yayasan Titian Penerus Bangsa. Acara ini adalah Teater yang dilangsungkan di Gedung Kesenian Jakarta.

Dalam Teater kali ini, diberi judul ‘Bunga Penutup Abad’. Teater ini pun membawa nama-nama besar sebagai pemainnya, sebut saja seperti Reza Rahardian, Chelsea Islan dan Sabia Arifin.

Dengan kehadiran pemain-pemain kenamakan, tak membutuhkan waktu yang lama dalam penjualan tiket Teater ini. Tak lebih dari 24 jam, tiket yang diedarkan langsung ludes terjual. Antusiasme tinggi dalam pertunjukkan yang merupakan adapatasi dari 2 novel yaitu ‘Bumi Manusia’ dan ‘Anak Semua Bangsa’.

Bunga Penutup Abad Dipentaskan di GKS

Seni Teater memang dikenal memiliki penggemarnya tersendiri. Pementasan yang dilakukan di Gedung Kesenian Jakarta ini menunjukkan eksistensi Teater yang memiliki penggemar yang luas. Adapun Teater yang kali ini dilangsungkan memang didukung oleh banyak pihak, baik dari pelaksana maupun dari Djarum yang memberikan dukungan penuh atas pertunjukkan Bunga Penutup Abad tersebut.

Pertunjukkan ini pun memiliki banyak antusiasme, jika perencanaan sebelumnya hanya dijadwalkan 2 hari, karena banyaknya permintaan, Happy Salma selaku produser yang mewakili semua pihak mengatakan akan menambah 1 hari lagi sehingga para penonton yang penasaran tersebut dapat membeli tiket untuk hari berikutnya.

Teater Katak Tampilkan Cleopatra di GKS

Teater Katak dari Universitas Multimedia Nusantara melakukan pementasan Teater di Gedung Kesenian Jakarta pada Mei silam. Kali ini pementasan yang dilakukan oleh anak-anak Teater Universitas Multimedia Nusantara mengusung tema yang sedikit berbeda dari pementasan-pementasan sebelumnya. Jika sebelumnya grup ini lebih sering mengangkat tema mengenai budaya Eropa, maka kali ini Katak mencoba membawakan sebuah pertunjukkan bertema Mesir dan Roma. Kisah perjalanan ratu Mesir, Cleopatara dengan orang besar Roma menjadi tema yang dibawa untuk pementasan kali ini.

Cleopatara sendiri menjadi pementasan yang ke-49 dari grup unit UMN ini. Dengan kisah yang sedikit berbeda, penampilan Katak tetap menjadi salah satu hal yang patut untuk disaksikan.

Kisah Cleopatra yang memang sudah terkenal diangkat menjadi sebuah teater, dan dari setiap naskah dan latar belakang lagu sendiri dikerjakan secara serius. Dari segi perjalanan cerita sendiri, Sutradara dari Cleopatara, Vladimir Ivan Pratama menjelaskan perlunya melakukan berbagai riset karena memang mengalami sedikit kesulitan kala pengumpulan data.Teater Katak Tampilkan Cleopatra di GKS

Memang untuk membuat sebuah pementasan Teater berdasarkan kisah kuno yang terkenal tak boleh sembarangan. Berbagai sumber harus ditelusuri baik dari jalan cerita, musik atau lainnya.

Bagi para pemain sendiri, dengan memerankan peranan yang sedikit berbeda kali ini ada kesulitan tersendiri meskipun hal tersebut bukanlah menjadi masalah besar. Dengan adanya peran yang cukup berbeda dari sebelumnya, para pemain merasakan ada tantangan tersendiri untuk dapat memberikan penampilan yang terbaik.

Persiapan untuk Teater ini sendiri telah dimulai sejak Desember tahun 2016 silam. Dengan persiapan yang terbilang cukup singkat, grup teater ini tentunya tetap akan menunjukkan sebuah pertunjukkan yang akan menghibur bagi para penonton yang menyaksikan di Gedung Kesenian Jakarta.