GKJ, Tempat Perpaduan Seni dan Sejarah

Gedung Kesenian Jakarta atau yang juga dikenal dengan GKJ merupakan salah satu tempat yang bersejarah yang ada di Jakarta. Tempat ini merupakan tempat pertunjukkan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Dahulu, tempat ini merupakan gedung yang dibangun dengan arsitektur bergaya ala Eropa. Tempat ini juga dibangun dengan menggunakan bahan dasar yang didatangkan langsung dari Eropa. Tak heran jika melihat gedung kesenian Jakarta ini, mengingatkan kita pada gedung-gedung yang berada di Eropa sana.

GKJ memang saat ini mungkin tidak begitu dikenal, karena kurangnya promosi yang dilakukan oleh pihak pengelola. GKJ adalah salah satu tempat pertunjukkan seni yang juga memiliki nilai sejarah tinggi. Tentu dengan ini, membuat GKJ menjadi salah satu tempat yang tepat bagi pertunjukkan khususnya yang bersifat tempo dulu atau klasik.

Tempat perpaduan seni dan sejarah, itu bisa menjadikan gambaran yang sangat tepat bagi GKJ. Tempat ini sudah banyak dijadikan sebagai tempat pertunjukkan musik baik musik tradisional maupun, baik dari musisi dalam negeri maupun luar negeri.

Gedung kesenian Jakarta bukan sekedar tempat pertunjukkan musik, tempat ini juga sangat cocok dijadikan sebagai tempat pertunjukkan seni lainnya. Tari-tarian, pertunjukkan teater dan pertunjukkan seni lainnya juga sangat cocok dipentaskan di GKJ.

Berada pada kawasan strategis di Jakarta, GKJ menjadi salah satu ikon penting yang ada di Jakarta selain Monumen Nasional atau Monas.

Tempat pertunjukkan seni dan tempat bersejarah

Tempat pertunjukkan seni dan tempat bersejarah, 2 kombinasi yang membuat gedung ini memiliki nilai lebih dari gedung kesenian lainnya.

Memang kapasitas dari GKJ tidak sebesar gedung pertunjukkan lain yang ada di Jakarta, namun nilai sejarah yang terkandung didalamnya membuat gedung ini menjadi salah satu tempat yang cocok untuk mementaskan sebuah pertunjukkan seni.

Mengenang Konser Terakhir The Beatles

Sebagai Beatlemania membanjiri penggemar di Amerika dan Inggris sepanjang pertengahan 1960-an. The Beatles diliputi oleh banyaknya penggemar yang melengking di semua penampilan mereka. Sekitar periode yang sama dalam karir mereka, band ini mulai semakin serius dengan musik. Mereka memilih pendekatan psychedelic dan immersive yang lebih dalam pada album seperti Revolver dan Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band. Dengan penggemar yang berteriak-teriak menenggelamkan musiknya. Orkestrasi komprehensif yang diperlukan untuk menarik bahan baru mereka, The Beatles akhirnya memilih untuk tur sekali dan untuk semua pada tahun 1966.

Sudah lima puluh satu tahun yang lalu ketika The Beatles memainkan pertunjukan terakhir mereka di Candlestick Park yang terkenal, bekas stadion San Francisco Giants. Meskipun penggemar tidak tahu itu akan menjadi pertunjukan terakhir, sudah ada pembicaraan tentang pertunjukan live band yang tidak masuk akal di antara penggemar sejati mereka. Band ini tahu bahwa sudah waktunya, dengan John Lennon sangat ingin bekerja di studio sebagai pengganti pertunjukkan di jalan.

Pertunjukan itu sendiri melihat band ini memainkan sebelas lagu . “Paul McCartney telah meminta rekan mereka Tony Barrow untuk merekam pertunjukan tersebut. Ia dengan perekam genggam untuk disalin rekaman itu ke kaset audio. Sayangnya, kaset itu hanya bertahan 30 menit di setiap sisinya. Barrow tidak pernah membalik rekaman itu, jadi lagu terakhir – “Long Tall Sally” – terpotong dalam rekaman terakhir.

Tentu saja, tahun-tahun terakhir pemerintahan The Beatles didokumentasikan dengan baik. Pertunjukan Candlestick Park bukanlah yang terakhir kalinya band ini pernah bermain di hadapan penonton. Mereka terkenal bermain di atap Apple Records tiga tahun kemudian.

Konser dan tempat bersejarah

Sama halnya dengan The Beatles yang sudah bersejarah panjang. Tempat konser di Indonesia sendiri ada yang masih bertahan hingga kini seperti halnya Gedung Kesenian Jakarta.

Gedung Kesenian Jakarta bukan hanya sekedar tempat untuk konser atau pertunjukkan seni lainnya, tempat ini merupakan tempat yang bersejarah. Setiap pertunjukkan yang telah dilakukan di GKJ memiliki sejarahnya karena seni merupakan hal yang sangat indah.

Tempat Mini Konser Terbaik di Jakarta

Tempat Mini Konser Terbaik di Jakarta

Konser musik adalah tempat pertunjukkan musik yang ditonton oleh orang ramai. Ada banyak jenis musik yang dapat disajikan, bahkan sejak dahulu, konser selalu menjadi salah satu hiburan yang banyak ditunggu oleh masyarakat.

Jika anda penggila musik rock, dan Bonjovi mengadakan konser di Jakarta, tentu anda akan berusaha untuk dapat menonton langsung konser tersebut. Memang menyaksikan sebuah konser langsung dengan melihat melalui layar seperti televisi memiliki sensasi yang berbeda. Tentu saja menonton konser langsung menjadi hal yang sangat seru karena dapat merasakan langsung keasikan dan sensasinya.

Di Jakarta sendiri sering diadakan konser, baik dari musisi dalam negeri maupun luar negeri. Mulai dari Jazz, Rock, Pop dan beragam aliran musik lainnya memiliki basis penggemarnya tersendiri. Untuk konser sendiri bisa dari skala kecil atau konser mini.

Untuk konser mini sendiri, di Jakarta tersedia tempat konser mini terbaik. Salah satu tempat konser mini terbaik itu adalah Gedung Kesenian Jakarta atau juga sering disebut GKJ.

Konser mini di Gedung Kesenian Jakarta

Gedung Kesenian Jakarta atau GKJ merupakan salah satu tempat pertunjukkan seni dan sering pula dijadikan sebagai tempat mini konser. Tempat ini memiliki sejarah panjang, dan telah ada sejak dari zaman penjajahan dahulu.

Nilai seni dari GKJ membuat tempat ini akan sangat cocok dijadikan sebagai tempat pertunjukkan seni atau konser mini. Sudah ada beberapa musisi kondang Indonesia yang telah membuat mini konser di GKJ.

Slank dan Glenn Fredly menjadi 2 musisi yang telah membuat mini konser di GKJ sekaligus menjadi langkah untuk mengangkat kembali GKJ.

GKJ sendiri memang saat ini masih banyak kendala dan membuat orang juga sudah mulai lupa tentang tempat pertunjukkan seni ini. Memang wajar jika semakin banyak orang tidak mengetahui bahwa GKJ masih memiliki fungsi tempat pertunjukkan, karena jarang terekspos.

Ridho Slank sendiri mengagagas sebuah acara rutin di GKJ untuk mengangkat kembali Gedung Kesenian Jakarta.