Gedung Kesenian Jakarta, Lebih Dari Sekedar Tempat Pertunjukkan

Gedung Kesenian Jakarta, Lebih Dari Sekedar Tempat Pertunjukkan

Gedung Kesenian Jakarta adalah salah satu gedung yang penuh sejarah, dan gedung ini sudah berdiri sejak beberapa puluh tahun silam. Gedung Kesenian Jakarta sering juga disebut GKJ menjadi salah satu saksi sejarah perkembangan fungsi dari gedung ini dari masa penjajahan.

Sebagai Ibu Kota Indonesia, sudah tentu jika Jakarta menjadi salah satu pusat untuk semua bidang. Ini pun berlaku untuk tempat kesenian, hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa gedung yang memang dikhususkan untuk pertunjukkan seni. Seni yang ditunjukkan pun beraneka ragam, mulai dari seni musik, tari, drama dan lainnnya.

Berbicara tentang tempat pertunjukkan kesenian, tentu saja GKJ menjadi salah satu gedung yang terlintas. Gedung ini seperti namanya merupakan tempat pertunjukkan seni, gedung ini sudah banyak menyajikan seni dari berbagai ragam seni.

Meskipun gedung ini adalah gedung pertunjukkan seni, namun GKJ sendiri memiliki sisi lain yang membuat gedung ini bukan hanya sekedar tempat pertunjukkan seni. Ini karena memang GKJ adalah gedung yang bersejarah dan telah ada sejak beberapa puluh tahun lalu.

Awal pembuatan Gedung Kesenian Jakarta

Pada masa pendudukan Belanda di Tanah Air, kolonial Belanda ingin membangun sebuah gedung untuk hiburan. Akhirnya pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles membangun gedung ini dan diberi nama Theater Schouwburg Weltevreden.

Gaya arsitektur serta bahan-bahan pembuatan gedung ini sendiri didatangkan langsung dari Eropa. Gaya klasik Eropa yang terdapat pada GKJ tak lepas dari itu semua, dan menjadikan gedung ini menjadi salah satu peninggalan sejarah yang penting.

Setelah kepergian Belanda, gedung ini menjadi salah satu tempat bersejarah dan banyak dijadikan sebagai tempat berkumpul penting menjelang kemerdekaan Indonesia dan sesudahnya.

Salah satu momen bersejarah yang dilakukan di gedung ini adalah 29 Agustus 1945, Presiden RI pertama Ir. Soekarno meresmikan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Ini hanya satu dari sekian momen bersejarah yang dilangsungkan di Gedung Kesenian Jakarta.

Selain tempat seni, dapat dikatakan bahwa GKJ merupakan salah satu tempat bersejarah yang dapat dijadikan sebagai salah satu tempat wisata yang dapat Anda kunjungi di Jakarta.

simakDialog Gelar Konser di GKJ

Salah satu grup Jazz yang juga menggabungkan dengan etnik tradisional Indonesia, simakDialog menggelar konsernya di Gedung Kesenian Jakarta. Pergelaran konser ini menjadi salah satu penampilan yang ditunggu bagi para penggemarnya, dan dengan penampilan itu pula menjadi salah satu event yang juga kembali mengangkat Gedung Kesenian Jakarta(GKJ) sebagai tempat pertunjukan seni, termasuk musik.

pianis Riza Arshad, gitaris Tohpati, bassist Adhitya Pratama, serta penabuh kendang Endang Ramdan membawakan album perdananya, Lukisan.

Album ini sendiri pertama kali dirilis yaitu pada tahun 1995 silam. Pada konser yang digelar di GKJ tersebut, materi instrumen yang akan dibawakan tidak akan sama persis seperti pada album yang dikeluarkan lebih dari 2 dekade tersebut. Album lawas tersebut akan ditampilkan dengan format baru dan instrumen yang lebih fresh.simakDialog Gelar Konser di GKJ

Selain membawakan karya-karya dari album perdananya, simakDialog tak lupa pula membawakan karya-karya terbarunya. Ivan Nestorman menjadi salah satu musisi pendukung pada konser tersebut. Ivan sendiri merupakan komposer sekaligus penyanyi.

Setelah konser di GKJ, simakDialog mendapat tawaran manggung dari Amerika. Undangan datang dari label indipendent Moonjune Records. Dengan mendapat kesempatan tampil di Amerika, Riza Arshad mengatakan ingin mencoba menjadi salah satu pembuka untuk gerakan besar musik Jazz yang ada di Indonesia untuk dapat masuk ke pentas musik Jazz dunia dan lebih dikenal luas.